Future Waiting For You!

Selasa, 10 November 2015

Wisata Perahu Wduk Jatibarang

Wisata Perahu Waduk Jatibarang Ikon Baru Penarik Pengunjung

Setelah pembangunan Waduk Jatibarang diselesaikan dan mulai beroperasional, lokasi waduk tersebut dua bulan terakhir ini telah dimanfaatkan warga sekitar untuk membuka wahana baru bagi pengunjung yang berwisata ke Goa Kreo di Desa Wisata Kandri, Gunungpati yaitu berupa wisata air. Khususnya perahu wisata.
Wisata perahu ini melengkapi objek wisata Goa Kreo yang dikenal memiliki satwa kera langka, yakni kera ekor panjang serta wisata tradisi budaya. Bahkan, meski baru dibuka belum lama, wisata perahu ini menjadi magnet dan wahana favorit yang mampu menyedot pengunjung untuk datang.
Sehingga pengunjung sekarang tidak hanya menikmati wisata budaya dan religi saja di Goa Kreo, namun juga bisa menikmati panorama alam yang indah dari atas perahu wisata yang disediakan pengelola wisata di Kandri.
Dalam pengelolaan wisata perahu tersebut dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur yang diketuai oleh Majuri. Munculnya wisata perahu ini berawal dari konsekuensi beralihnya warga yang sebelumnya sebagai petani sawah berubah menjadi pengelola wisata dengan adanya konsekuensi pembangunan waduk tersebut.
Melalui Pokdarwis tersebut, mereka berinisiatif untuk memanfaatkan lokasi waduk untuk dijadikan wisata air, sebagai gantungan hidup matapencaharian warga. Mereka dari jauh hari sudah mempersiapkan perahu untuk kegiatan wisata tersebut.
Sekarang, mereka telah memiliki 13 unit perahu speedboat, dan tujuh perahu kayu. Perbedaan antara perahu speedboat dan kayu dari jumlah kapasitas angkut dari perahu tersebut, untuk perahu speedboat maksimal hanya menampung 4 orang dewasa.
Sedangkan untuk perahu kayu bisa menampung lebih banyak orang. Dari segi keamanan perahu wisata ini, setiap perahu di lengkapi satu orang sebagai driver yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan driver selama dua bulan di Tlogosarangan Jawa Timur. Selain itu, pengelola perahu wisata, juga ada yang telah mengikuti pelatihan penyelamatan Search and Rescue (SAR) dan saat ini telah memiliki 27 orang anggota yang memegang sertifikasi SAR.
Majuri mengatakan, hal itu dilakukan karena menginginkan agar wisata perahu di Goa Kreo aman untuk pengunjung. Untuk masuk ke lokasi wisata ini, pengunjung hanya membayar tiket masuk untuk parkir endaraan sebesar Rp 3000.
Tak hanya pengunjung yang datang untuk berwisata namun banyak masyarakat juga yang memanfaatkan lokasi waduk ini untuk menyalurkan hobi memancingnya. Bagi pengunjung yang akan naik perahu dikenakan biaya sebesar Rp 100.000 untuk berkeliling seluruh waduk sekitar 8 kilometer. Sedangkan jika menyeberang sebagian waduk sepanjang 3,5 kilometer hanya dikenakan tiket sebesar Rp 65.000.
“Pengunjung biasanya ingin diantar hingga jembatan penyeberangan Goa Kreo dan berfoto disana karena ingin mengambil bacground jembatan tersebut,” jelas Mukhairi driver perahu.
Harapan dari pengelola wisata tersebut, adanya dukungan dari pemerintah dalam hal penataan lokasi wisata tersebut. Sebab, masih terbatasnya lahan parkir karena saat ini memang belum terlalu ramai namun kalau sudah ramai jelas akan kurang.
“Harapan kami dukungan bantuan secepatnya direalisasikan oleh pemerintah,yakni seperti penataan lokasi wisata agar pengunjung nyaman saat berwisata di Waduk Jatibarang. Sehingga tempatnya menjadi rapi, dan tertata dengan baik, penambahan gazebo untuk istirahat pengunjung,” paparnya.
Salah satu pengunjung, Rulli menyampaikan, wisata perahu di waduk Jatibarang tidak kalah dengan wisata di pantai Jepara. “Asyik dan seru setelah mencoba naik perahu di sini. Harapannya bisa ditambah lagi wahana wisata airnya seperti bananaboat dan lainnya sehingga wisata air bisa menjadi ikon Kota Semarang,” kata warga Jepara ini.
(Yulianto/CN19/SMNetwork) 

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/travel/wisata-perahu-waduk-jatibarang-ikon-baru-penarik-pengunjung/

0 komentar:

Posting Komentar